≡ Menu

Bolehkah Kita Merayakan Imlek?

chinese-new-yearNegara Tiongkok merupakan satu negara besar dengan latar belakang sejarah & kebudayaan yang panjang, berpenduduk padat, dan terdiri dari banyak suku bangsa dengan adat istiadat masing-masing. Ada beberapa perayaan penting yang dibawa turun temurun dan dipertahankan oleh orang-orang keturunan Tionghoa, termasuk yang ada di Indonesia, yaitu: Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh, Ceng Beng, dan Pe Cun. Hari ini kita hanya akan membicarakan perayaan Tahun Baru Imlek & Cap Go Meh.
[click to continue…]

{ 0 comments }

Sejarah GPdI

Selayang pandang GEREJA PANTEKOSTA di INDONESIA

bethel-themple-1944Berdirinya Gereja Pantekosta di Indonesia tidak terlepas dari kedatangan dua keluarga missionaris dari Gereja Bethel Temple Seattle, USA ke Indonesia pada tahun 1921 yaitu Rev. Cornelius Groesbeek dan Rev. Richard Van Klaveren keturunan Belanda yang berimigrasi ke Amerika.

Dari Bali maka pelayanan beralih ke Surabaya di pulau Jawa tahun 1922, kemudian ke kota minyak Cepu pada tahun 1923. Di kota inilah F.G Van Gessel pegawai BPM bertobat dan dipenuhkan Roh Kudus disertai/disusul banyak putera – puteri Indonesia lainnya antara lain : H.N. Runkat, J. Repi, A. Tambuwun, J. Lumenta, E. Lesnusa, G.A Yokom, R.Mangindaan, W. Mamahit, S.I.P Lumoindong dan A.E. Siwi yang kemudian menjadi pionir-pionir pergerakan Pantekosta di seluruh Indonesia.
[click to continue…]

{ 0 comments }

Ada seorang kaya yang mempunyai 3 orang anak dan 19 ekor kerbau. Mendekati ajalnya, dia membagikan warisan kepada ke tiga anaknya dengan pesan 1/2 untuk anak pertama, 1/4 untuk anak kedua dan 1/5 untuk anak ketiga.

Setelah sang bapak meninggal, ketiga anaknya membagikan kerbau sesuai pesan ayah mereka. Tapi mereka menemukan keganjilan, bahwa masing-masing mereka akan mendapatkan bagian kerbau yang tidak utuh. Masing-masing tidak mau mengalah dan berusaha mendapatkan bagian utuh.
[click to continue…]

{ 0 comments }